Mengenal Seni Bangunan

Ridwan Menulis - Mengenal Seni Bangunan - Seni Banggunan yaang berkembang setelah masuknya kebudayaan Hindu-Buddha adalah bangunan candi. Teknologi pembuatan candi di Indonesia merupakan kelanjutan dari punden berundak. Dalam agama Hindu, candi berfungsi sebagai tempat pemujaan dan tempat mengubur abu jenazah para raja yang ditaruh di peti batu ( PERIPIH ). Pripih dianggap sebagai lambang zat jasmaniah seorang raja yang rohnya sudah bersatu dengan dewa perintisnya. Di atas pripih itu dibuatkan patung perwujudan raja sebagai dewa perintisnya. Di atas pripih itu dibuatkan patung perwujudan raja sebagai dewa yang menjadi pujaannya.

Candi Hindu sebagai bangunan terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
a. Kaki candi (bhurloka) yang melambangkan dunia fana.
b. Tubuh candi (bhurvaloka) berupa bilik berisi arca perwujudan dan melambangkan dunia pembersihan
    /pemurnian.
c. Atap candi (svarloka) yang melambangkan dunia para dewa.

Dalam agama Buddha, candi hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan. Dalam patung Buddha. candi Buddha terdiri atas tiga tingkatan yang melambangkan jenjang kehidupan yang harus dilalui manusia untuk mencapai nirwana atau surga. Ketiga tingkatan tersebut adalah
a. kamadhatu (bagian dasar candi), melambangkan kehidupan dalam rahim ibu.
b. rupadhatu (bagian tengah candi), melambangkan kehidupan manusia di dunia fana yang penuh nafsu.
c. arupadhatu (bagian atas candi), melambangkan kehidupan nirwana.

Tidak ada komentar