Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Ridwan Menulis - Organisasi Sosial Kemasyarakatan - Masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia mendorong berkembangnya sistem pemerintahan kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha, seorang raja adalah seorang kepala suku atau primus interpares yang mempin suatu suku atau desa.

Seorang kepala suku dipercaya memiliki kekuatan yang melebihi manusia biasa. Setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha, istilah kepala suku atau primus interpares berubah menjadi raja. Hal ini juga dibarengi dengan perubahaan sebuah desa atau suku menjadi kerajaan. Selain melahirkan konsep pendeta ratu. Menurut konsep ini, raja merupakan reinkarnasi atau titisan dewa.

Kebudayaaan Hindu berpengaruh terhadap lahirnya sistem kasta atau pembagian masyarakat berdasarkan kewajiban-kewajiban di Indonesia. Kasta di Indonesia terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu kasta Brahmana, kasta Kesatria, kasta Waisya, dan kasta Sudra. Konsep kasta ini bersifat tertutup atau berdasarkan kelahiran sehingga anggota kasta tertentu tidak dapat melakukan mobilitas vertikal atau mengubah status sosialnya. Hal yang sedikit berbeda berlaku pada status sosial masyarakat Buddha. Meski masyarakat pemeluk agama Buddha dibedakan menjadi dua macam, tetapi sifatnya tidak seketat pada kasta Hindu.

Adapun kedua golongan masyarakat pada agama Buddha adalah masyarakat yang tetap tinggal sebagai anggota masyarakat biasa dan masyarakat yang hidup dalam biara.

Tidak ada komentar