Pengertian Tektonisme

Ridwan Menulis - Pengertian Tektonisme, tektonisme adalah perubahaan letak lapisan kulit bumi dengan arah vertikal maupun horizontal yang disebabkan oleh tenaga endogen.

1. Pembagian Tektonisme
A. Menurut Kecepatan Geraknya
    1. Epirogenesa adalah pergeseran kulit bumi yang berlangsung dalam waktu yang lama, gerakannya lambat dan meliputi daerah yang luas.
Terbagi atas dua macam :
a. Epirogenesa positif adalah peristiwa turunnya daratan, sehingga kelihatan permukaan air laut naik.
b. Epirogesa negatif adalah peristiwa gerak naiknya daratan, sehingga permukaan laut turun. Epirogenesa negatif berkali-kali akan menghasilkan bentukan di permukaan bumi yang berupa pantai berundak-undak
    2. Orogenesa adalah gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertikal maupun horisontal dengan gerakannya relatif cepat dan pada wilayah yang sempit. Gerakan ini menghasilkan gunung dan lipatan.

B. Menurut Arah Gerakannya 
    1. Gerakan Tekanan Horisontal
    Gerakan dengan arah horisontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut, melipat dan menyebabkan relief-relief muka bumi berbentuk pegunungan.
Contoh : Pengunungan lipatan muda seperti Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
Rangkaian Sirkum mediterania dimulai dari pegunungan Atlas, Alpen, Balkan, Himalaya, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara sampai maluku.

    2. Gerakan Tekanan Vertikal dan Horizontal
Gerakan vertikal menghasilkan morfologi patahan

Berdasarkan arah tekanan :
1. Patahan akibat dua buah tekanan yang arahnya horisontal dan saling menjauh.
2. Patahan sebagai akibat tekanan yang arahnya vertikal.
3. Patahan sebagai akibat dua buah tekanan horisontal yang berlawanan arah.

Puncak atau bagian yang tinggi dari bentukan patahan dinamakan horst, sedangkan lembah (bagian yang rendah) dari bentukan patahan dinamakan slenk (graben).

Tidak ada komentar