Bangun Cirebon Tanpa Merokok

Ridwan Menulis - Bangun Cirebon Tanpa Merokok - Sebagai pelajar di SMAN 5 Kota Cirebon, saya ingin berkontribusi terhadap penanganan masalah-masalah yang ada di Cirebon. Mungkin untuk sementara ini, saya hanya bisa berkontribusi lewat ide-ide saya yang mungkin akan di dengar dan diperhatikan oleh Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan saya harap dapat membantu menciptakan perubahaan positif baik lewat mempengaruhi regulasi Pemerintah atau lewat media lainnya.

Setelah cukup lama menunggu dan menantikan, akhirnya saya berkesempatan memberikan sebuah kontribusi berupa gagasan yang sudah cukup lama tersimpan di memori saya.

Pada abad Ke-17, rokok berbahan tembakau lainnya muncul di Sumatera. Jenis ini disebut dengan roko atau rokok-istilah yang dikenal sampai sekarang. Roko sangat mirip dengan bungkus dalam hal berbahan tembakau, tapi dibungkus dengan nipah kering-bukan kulit jagung atau pelepah pisang, seeperti halnya di Jawa. Istilah roko atau rokok berasal dari Bahasa Belanda : roken, berarti merokok.

Istilah ini mungkin dikenalkan oleh pelaut Belanda di Pelabuhan Sumatera pada abad Ke-17. Yang menarik, istilah bungkus tidak lagi berarti rokok melainkan alat pembungkus atau tindakan membungkus. Rokok kretek pertama lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada pengujung abad Ke-19, sekitar tahun 1880-an. Pada masa itu Kudus ada seorang bernama Haji Jamahri. Ia sudah lama menderita sakit dada atau sesak nafas. Kalau sakitnya kumat, maka Haji Jamahri sakitnya dengan menggosokkan minyak cengkeh di dada dan punggung.

Pada kesempatan lain, ia tak hanya menggosokkan badannya, tapi dengan menguyah cengkeh yang ia rasakan membawa efek lebih segar lagi jeh. Sebagaimana hal dengan orang-orang lainnya. Haji Jamahri seorang perokok maka suatu ketika terdorong untuk semakin memujarabkan cengkeh untuk menggobati sakit dadanya, ia punya ide bagaimana kalau cengkehnya dirajang halus dan dicampurkan ke tembakau rokoknya, sehingga asep cengkeh itu dapat masuk ke paru-parunya. Eksperimen pun dicoba dan hasilnya, Jamahri merasakan nyaman dan sembuh.

Pemerintah Kabupaten & Kota Cirebon mungkin sering melakukan sosialisasi ataupun menciptakan inovasi baru agar bisa menggurungi pengguna rokok agar tidak terkena penyakit yang dikarenakan oleh rokok yang mereka konsumsi tiap harinya. Contohnya saja, pada september Walikota Cirebon Drs. H. Ano Sutrisno, MM membuka sosialisasi bahaya merokok dalam rangka penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Tempat Kerja Perkantoran di Kelurahan Larangan Jl. Gn Rinjani No.1 Perumnas Kota Cirebon.

Sebagai pelajar di SMAN 5 Kota Cirebon, saya sangat mengapresiasikan kinerja dan inovasi yang telah dilakukan saat ini terlepas dari mindset negatif dari masyarakat sebagai konsumen ( Pengguna Rokok ). Saya sebagai pelajar di SMAN 5 Kota Cirebon, dimana ikut terlibat membuat sebuah inovasi dalam memberikan solusi mengenai "Bahaya Merokok." Masyarakat Cirebon diizinkan menyuarakan dan ikut turut mengambil bagian dalam menciptakan sebuah sistem untuk mensosialisasikan mengenai bahaya merokok.

Oleh sebab itu, saya sebagai pelajar di SMAN 5 Kota Cirebon ingin memberikan ide-ide strategis yang saya miliki. Adapun ide-ide yang saya ajukan hasil dari pengamatan saya terhadap pengguna rokok di Cirebon ialah :

Pertama, penerapan secara bertahap mengenai larangan merokok di kawasan umum Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon dengan membuat Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kedua, semua sekolah mulai tingkat SMP & SMA maupun Kampus di Cirebon dibentuk kader-kader khusus seperti satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan memasang spanduk peringatan Kawasan tanpa Rokok (KTR), itu sebetulnya merupakan kemajuan itikad yang baik untuk mengurangi perilaku merokok di tempat umum.

Ketiga, sebagai Pemerintah Kabupaten & Kota Cirebon harus menyediakan tempat-tempat area merokok yang semestinya jadi ketika ada masyarakat yang merokok di tempat umum dirujuk ke tempat area merokok tersebut nantinya.

Keempat, mengenai sanksi bagi yang melanggar aturan merokok di tempat umum diberikan sanksi sosial agar membuat perokok ditempat umum mendapat jera.

Kelima, bikin akun media sosial seperti halnya akun twitter bilamana nanti ada masyarakat yang tidak merokok langsung diadukan dengan cara melalui akun tersebut setelah itu diberikan sanksi sosial agar jera.

Keenam, siapkan berbagai spanduk yang bertulisan tempat-tempat area merokok dan dilarang merokok agar tujuannya masyarakat mengetahui dan tidak merokok di tempat umum.

Ketujuh, kampanyekan terus-menerus mengenai tempat-tempat yang area merokok di berbagai sekolah mulai SMP, SMA, Kampus maupun masyarakat umum dengan cara mendatangi satu persatu kelurahan yang ada ataupun bikin mengenai umum yang nantinya pesertanya secara umum.

Kedelapan, setiap pasar disediakan tempat untuk merokok agar masyarakat tidak merokok ditempat umum nantinya.

Kesembilan, bikin peta online atau website dimana nanti isinya area-area merokok dan bukan area-area merokok di Cirebon

Kesepuluh, Pemerintah Kabupaten & Kota Cirebon bikin hari khusus dimana hari tersebut tidak ada orang yang merokok. Misalnya : Hari rabu nanti dihari tersebut tidak ada yang melakukan aktivitas merokok seperti biasanya.

Kesebelas, ketika hari khusus tersebut berhasil dilaksanakan Pemerintah Kabupaten & Kota Cirebon bikin peringatan kepada penjual rokok bahwa dihari tersebut tidak ada yang boleh menjual rokok nantinya.

Keduabelas, kampanye "Bahaya Merokok". Kampanye dapat dilakukan dengan menayangkan iklan layanan masyarakat di televisi, radio, media sosial seperti facebook, twitter, youtube dll. Iklan yang membawa rasa humor atau eye-catching dapat menarik atau mempengaruhi masyarakat Cirebon. Iklan tersebut nantinya bisa berupa tips-tips menjauhkan diri dari kehidupan sehari-hari

Cukup sekian tulisan saya mengenai "Bahaya Merokok" Semoga tulisan saya ini bisa membantu Pemerintahan Kabupaten & Kota Cirebon agar bisa mengurangi pengguna rokok. Apabila saya di panggil ke Kantor Walikota & Bupati Cirebon saya akan membantu dan memberikan masukan mengenai Kampanye "Bahaya Merokok"

1 komentar:

  1. kalo suatu kegiatan positif saya yakin pemerintah cirebon pasti mendukung bos...

    BalasHapus