Presiden Dukung Keberadaan Ojeg Aplikasi

Ridwan Menulis - Mengenai surat larangan ojek aplikasi beroperasi di Indonesia tertuang di dalam surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatanganin Menhub Ignasius Jonan tertanggal 9 November 2015.

Surat tersebut ditujukan kepada Polri, kapolda, dan gubernur seluruh Indonesia.

Mengenai hal tersebut, presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berkomentar mengenai wacana pelarangan layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut. Presiden Indonesia tersebut menentang langkah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang diantaranya hendak melarang ojek aplikasi seperti Gojek, Grabbike, maupun Kurir Food Indonesia.

"Saya segera panggil Menhub. Ojek dibutuhkan rakyat,'' ucap Presiden lewat akun twitter-nya, @Jokowi, Jumat (18/12). Cuitan di twitter itu di-posting Presiden pada pukul 10.41 WIB dan langsung mendapat retweet dari ribuan pengikutnya.

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melarang beroperasinya ojek aplikasi sebagai transportasi umum karena dinilai melanggar aturan. Undang - undang menyebut, transportasi umum minimal beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin angkutan umum.

Tidak ada komentar